Militer Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan Laut Arab berhasil menghalau sebuah kapal kargo berbendera Iran yang dikenal dengan nama Touska. Kapal ini berusaha melintasi blokade angkatan laut AS di Teluk Oman pada hari Minggu, 19 April 2026. Pihak Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengkonfirmasi bahwa penyitaan kapal tersebut telah dilakukan.
Menurut pernyataan resmi CENTCOM, kapal perusak rudal yang dikenal dengan nama USS Spruance (DDG 111) mencegat M/V Touska saat kapal tersebut bergerak dengan kecepatan 17 knot menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran. Pasukan AS telah memberikan beberapa peringatan kepada kapal berbendera Iran itu, mengingat kapal tersebut telah melanggar blokade yang diterapkan oleh angkatan laut AS.
Pihak Amerika mengklaim bahwa kapal kargo Iran ini telah melakukan pelanggaran serius terhadap ketentuan blokade yang telah diberlakukan oleh mereka.
Setelah pihak kru Touska mengabaikan peringatan yang disampaikan secara berulang selama enam jam, USS Spruance mengambil langkah drastis. Kapal tersebut menembakkan beberapa peluru dari senapan MK 45 5 inci ke ruang mesin Touska, melumpuhkan pendorong kapal itu.
Selanjutnya, marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 berhasil menaiki kapal yang tidak mematuhi perintah tersebut, yang saat itu masih dalam kendali pasukan AS.
CENTCOM menegaskan bahwa tindakan yang diambil oleh pasukan AS dilakukan dengan prosedur yang profesional untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade yang telah ditetapkan. “Sejak awal diberlakukannya blokade, kami telah mengarahkan 25 kapal komersial untuk kembali atau berbalik menuju pelabuhan di Iran,” demikian pernyataan resmi CENTCOM.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan Amerika telah berhasil mencegat kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman dan merusak ruang mesinnya.
Trump di platform media sosialnya menyatakan, “Hari ini, sebuah kapal kargo bernama Touska, yang memiliki panjang hampir 900 kaki dan beratnya setara dengan kapal induk, mencoba untuk menerobos blokade Angkatan Laut kami; dan hasilnya tidak menguntungkan bagi mereka. Kapal perusak rudal USS Spruance mencegat Touska di Teluk Oman.”
Kapal perusak tersebut memberikan instruksi agar kapal berbendera Iran itu menghentikan laju. Namun, ketika kapal tersebut menolak untuk mematuhi perintah, Trump menyebut bahwa USS Spruance kemudian melubangi ruang mesin kapal Touska.
“Saat ini, marinir AS telah mengambil alih kendali kapal tersebut. Touska berada dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS karena sejarah aktivitas ilegal sebelumnya. Kami memiliki kontrol penuh atas kapal ini dan sedang melakukan pemeriksaan atas muatan yang ada di dalamnya,” ujar Trump.

