Duel yang berlangsung di leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League mempertemukan Bayer Leverkusen dan Arsenal, di mana pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1. Momen dramatis terjadi ketika Kai Havertz mencetak gol penalti di menit-menit terakhir, menjaga harapan The Gunners untuk melaju ke perempat final tetap hidup pada Kamis, 12 Maret 2026, dini hari WIB.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan di markas Leverkusen berlangsung dengan ketat. Kedua tim bermain dengan sangat hati-hati di babak pertama, menunjukkan kesadaran bahwa mereka masih memiliki leg kedua untuk dimainkan.
Meskipun intensitas permainan tidak terlalu tinggi, Arsenal berhasil menciptakan peluang emas pada menit ke-19. Serangan yang dibangun dari sisi kanan oleh Bukayo Saka berlanjut dengan umpan ke Jurrien Timber. Ia kemudian memberikan umpan rendah yang diteruskan oleh Ebere Eze dan Viktor Gyokeres, sebelum Gabriel Martinelli melepaskan tembakan keras.
Sayangnya, usaha Martinelli masih membentur mistar gawang. Bola pantul hampir disambar oleh Saka, namun pertahanan Leverkusen berhasil mengantisipasi situasi tersebut.
Di sisi lain, tim tuan rumah juga berusaha mengancam gawang Arsenal. Piero Hincapie, yang bertanding melawan tim induknya, mencoba peruntungannya dengan tembakan jarak jauh, tetapi upayanya masih dapat dihalau oleh kiper Leverkusen, Janis Blaswich. Babak pertama pun berakhir tanpa ada gol yang tercipta.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan tepat setelah babak kedua dimulai. Dalam waktu kurang dari satu menit, Leverkusen sukses mengguncang pertahanan Arsenal.
Awalnya, dari situasi sepak pojok yang dieksekusi oleh Alejandro Grimaldo, bola mengarah ke tiang jauh dan disambut oleh sundulan kapten tim, Robert Andrich. Tandukannya berhasil menaklukkan kiper Arsenal, David Raya, dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol ini menjadi momen penting bagi Arsenal di Liga Champions musim ini, karena untuk pertama kalinya mereka tertinggal dalam sebuah pertandingan.
Setelah gol tersebut, kedua tim kembali bermain dengan hati-hati. Meskipun ada beberapa usaha untuk menekan, peluang bersih untuk mencetak gol sangat minim.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyadari perlunya perubahan dan memutuskan untuk memasukkan Noni Madueke serta Kai Havertz ke dalam permainan.
Keputusan tersebut terbukti berdampak signifikan di menit-menit akhir pertandingan. Madueke berhasil melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum mengalami pelanggaran dari pemain Leverkusen, yang berujung pada hadiah penalti untuk Arsenal.
Setelah beberapa drama dan ketegangan, Kai Havertz mengambil tugas untuk mengeksekusi penalti. Dengan tenang, ia melakukan eksekusi yang berhasil mengecoh Janis Blaswich dan membawa Arsenal kembali ke dalam permainan dengan gol penyama kedudukan.
Dengan hasil imbang 1-1, kedua tim kini harus bersiap menghadapi leg kedua di London. Arsenal, yang telah menunjukkan daya juang mereka, akan berusaha keras untuk memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri.
Bagi Bayer Leverkusen, meski hasil ini mungkin terasa mengecewakan, mereka tetap memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh. Pertandingan selanjutnya akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kekuatan dan strategi yang lebih baik.
Duel ini juga menyoroti kontribusi penting dari Kai Havertz. Momen penalti yang dicetaknya tidak hanya menyelamatkan Arsenal dari kekalahan, tetapi juga menunjukkan ketenangan dan kualitasnya sebagai pemain kunci di momen-momen krusial.
Sebagai penutup, pertarungan antara Arsenal dan Bayer Leverkusen ini memberikan gambaran jelas tentang betapa ketatnya persaingan di UEFA Champions League. Dengan leg kedua yang masih menanti, kedua tim diharapkan dapat memberikan penampilan terbaik mereka untuk merebut tiket ke perempat final.

