Jairo Riedewald, nama yang cukup familiar di kalangan penggemar sepak bola Indonesia, pernah menjadi sorotan sebagai calon pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia. Gelandang yang memiliki darah Ambon ini sempat menjadi topik hangat, namun rencana tersebut terhambat oleh masalah administratif yang menghalangi kelanjutan prosesnya.
Saat ini, Riedewald yang kini berusia 30 tahun sedang menghadapi tantangan baru dalam kariernya. Setelah sebelumnya berkompetisi di liga-liga elit Eropa, ia kini berjuang untuk mendapatkan waktu bermain yang cukup di Sheffield United, klub yang berbasiskan di Inggris.
Di awal tahun 2025, peluang Riedewald bergabung dengan Timnas Indonesia kembali muncul. Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, secara terbuka menyebutkan namanya sebagai salah satu pemain yang ingin diajak berkomunikasi untuk kemungkinan bergabung.
“Saya tidak yakin apakah saya seharusnya menyebutkan namanya, tetapi ada satu nama yang bisa saya ungkapkan, yakni Jairo Riedewald,” ungkap Kluivert pada Januari 2025.
Riedewald dianggap memiliki pengalaman yang dapat memperkuat lini tengah skuad Garuda. Dengan bekal prestasinya di Ajax Amsterdam dan Crystal Palace, ia memiliki dasar yang kuat untuk bersaing di level yang tinggi.
Lebih dari sekadar pengalaman di Eropa, latar belakang keluarganya yang berasal dari Maluku juga menarik perhatian publik Indonesia. Dalam sebuah wawancara, Riedewald pernah menyatakan bahwa ia masih memiliki kerabat di Maluku, yang semakin menambah kedekatannya dengan tanah air.
Sayangnya, harapan untuk melihat Riedewald bermain untuk Timnas Indonesia tidak terwujud. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa federasi belum menemukan dokumen yang diperlukan untuk melanjutkan proses naturalisasi pemain tersebut.
Situasi ini berkaitan dengan fakta bahwa Riedewald sebelumnya pernah tampil bersama tim senior Belanda dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2016. Oleh sebab itu, kelayakan perpindahan asosiasinya harus dianalisis berdasarkan regulasi yang ditetapkan oleh FIFA.
Sebelum menghadapi tantangan di Inggris, Riedewald pernah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Ajax Amsterdam dalam kancah sepak bola Eropa.
Dia merasakan momen bersejarah ketika Ajax meraih gelar juara Eredivisie pada musim 2013/2014. Pengalaman berharga ini menjadi salah satu alasan mengapa namanya diperhitungkan ketika dibicarakan sebagai kandidat untuk memperkuat Timnas Indonesia di lini tengah.
Setelah sukses di Belanda, Riedewald melanjutkan kariernya di Inggris dengan bergabung bersama Crystal Palace. Pengalamannya bertanding di Premier League memberikan catatan menarik bagi para penggemar sepak bola di Tanah Air, dan menambah daya tarik bagi potensi kehadirannya di Timnas Indonesia.

