Indri Giana, istri dari Ustaz Riza Muhammad, mengungkapkan pendapatnya mengenai kebiasaan suaminya yang sering membagikan momen olahraga di media sosial. Ia mengaku kurang nyaman ketika Riza berolahraga dengan mengenakan pakaian yang dianggap terlalu terbuka.
Pernyataan tersebut disampaikan Indri saat ia mendampingi Ustaz Riza dalam program Pagi-Pagi Ambyar. Tanggapan ini muncul setelah penampilan sang pendakwah yang berolahraga angkat beban di gym menarik perhatian publik, khususnya para netizen.
Dalam berbagai konten yang diunggah, Riza tampak mengenakan pakaian olahraga yang minim lengan. Pakaian tersebut membuat bagian ketiaknya terlihat, yang kemudian memicu beragam komentar dari pengguna media sosial.
Indri mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu nyaman melihat suaminya mengenakan pakaian seperti itu. Ia lebih suka jika Riza memilih pakaian olahraga yang lebih tertutup agar tidak terlalu banyak bagian tubuh yang terlihat.
“Saya sebenarnya kurang nyaman jika suami mengenakan baju yang terlalu terbuka, terutama yang memperlihatkan ketiaknya. Namun, mungkin suami berpikir bahwa ini adalah cara untuk menunjukkan perkembangan latihan, karena dalam ngegym, hal itu memang seharusnya terlihat,” ujarnya, dikutip pada Minggu, 6 September 2026.
Walaupun tidak setuju dengan pilihan pakaian tersebut, Indri memahami alasan Riza mengenakan pakaian tanpa lengan saat berlatih.
Menurutnya, Riza ingin memantau perkembangan massa ototnya secara visual. Dalam aktivitas angkat beban, mengenakan pakaian yang lebih terbuka dapat membantu melihat perubahan bentuk otot dengan lebih jelas.
Ustaz Riza Muhammad memiliki alasan tersendiri mengenai pilihan pakaiannya saat ngegym.
Pandangan mengenai pakaian Riza tidak hanya diungkapkan oleh Indri, tetapi juga oleh sejumlah netizen yang mempertanyakan pilihan busana sang pendakwah ketika berolahraga.
Menanggapi berbagai komentar tersebut, Riza kemudian menjelaskan pandangannya terkait batasan aurat bagi pria. Ia berpendapat bahwa isu ini seharusnya ditinjau dari perspektif fikih, bukan hanya berdasarkan penilaian masyarakat.
Riza bahkan mengaitkan diskusi ini dengan konsep i’tiba dalam ibadah umrah. Menurutnya, terdapat praktik dalam ibadah yang memperlihatkan bagian tubuh laki-laki dengan tujuan tertentu.
“Ada satu hal yang mungkin belum banyak dipahami. Ketika umrah, ada konsep i’tiba, di mana separuh bahu harus terlihat. I’tiba ini dilakukan untuk menunjukkan kekuatan umat Islam pada masa itu. Aurat laki-laki adalah dari pusar hingga lutut, dan ini pun terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama,” jelasnya.

