Site icon Judal Jadul

Indonesia Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza, Kata Mensesneg

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Indonesia telah mengambil keputusan untuk menunda pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina.

Keputusan ini diambil seiring dengan meningkatnya ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, terutama terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

“Segala rencana kami hold untuk sementara waktu,” ungkap Prasetyo kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta Pusat pada Selasa, 17 Maret 2026.

Namun, Prasetyo belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik keputusan penundaan ini yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ia juga tidak merinci durasi penundaan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza ini.

“Sampai saat yang tidak ditentukan,” tambah Prasetyo singkat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyatakan bahwa pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) direncanakan akan dikirim ke Gaza dalam waktu 1-2 bulan ke depan.

Di Gaza, sebanyak 8.000 anggota TNI akan ditugaskan bersama dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang terdiri dari perwakilan negara-negara anggota Dewan Perdamaian.

Prabowo menjelaskan, “Mungkin dalam waktu dekat, 1-2 bulan lagi,” saat menjawab pertanyaan wartawan setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian di Washington DC, Amerika Serikat pada 19 Februari.

Selain itu, Prabowo juga mengisyaratkan kemungkinan pengiriman tim advance yang akan berangkat lebih dulu ke Gaza.

Tim advance ini akan terdiri dari jumlah personel yang tidak terlalu besar, dengan misi untuk memetakan wilayah dan menganalisis risiko yang mungkin dihadapi oleh pasukan TNI saat beroperasi bersama ISF.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk menjabat sebagai Wakil Komandan ISF.

“Mereka meminta kita untuk menjadi deputy commander,” kata Presiden Prabowo.

Oleh karena itu, Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan memilih perwira terbaik untuk mewakili negara sebagai Wakil Komandan ISF.

“Ya, kita akan mencari yang paling kompeten,” tambah Prabowo.

Exit mobile version