Kabar tentang dugaan penemuan Bahtera Nabi Nuh di pegunungan Ararat, Turki, telah menarik perhatian banyak media internasional. Formasi tanah yang memiliki bentuk menyerupai kapal ini diyakini oleh sejumlah peneliti sebagai sisa-sisa bahtera dalam kisah banjir besar ribuan tahun yang lalu.
Tim peneliti baru-baru ini menemukan pecahan tembikar di Formasi Durupinar, yang terletak dekat Gunung Agri atau Ararat di bagian timur Turki. Pecahan ini diduga berasal dari periode sebelum terjadinya banjir yang dialami Nabi Nuh, dan menjadi salah satu fokus penelitian untuk menggali lebih dalam mengenai kawasan yang penuh misteri ini.
Selain temuan pecahan tembikar, para ilmuwan juga mengambil sampel tanah dari berbagai titik di lokasi tersebut. Sampel-sampel ini kemudian dikirim ke laboratorium untuk analisis lebih lanjut, terutama untuk mencari kemungkinan adanya sisa-sisa kayu yang terpendam di dalam tanah.
Profesor Cenker Atila, yang memimpin penelitian ini di Departemen Arkeologi Universitas Sivas Cumhuriyet, menjelaskan bahwa setelah penemuan pecahan tembikar, tim peneliti akan berfokus pada analisis material organik dan kemungkinan sisa kayu di laboratorium. Mereka berencana menggunakan metode penanggalan karbon untuk menentukan usia dari temuan yang ada.
“Data dari material organik dan sisa kayu akan sangat berharga bagi penelitian kami. Melalui penanggalan karbon yang akan dilakukan pada material tersebut, kami berharap dapat mengonfirmasi apakah benar ada sebuah kapal di lokasi ini,” ungkap Atila, seperti yang dilaporkan pada 28 September 2026.
Sebelum mengambil sampel tanah, tim yang terdiri dari 20 ilmuwan dari lima negara telah melakukan pemetaan area menggunakan teknologi GPS dan survei untuk menilai kondisi bawah permukaan tanah.
Kemudian, mereka menggunakan radar untuk menyelidiki bagian dalam tanah. Menurut Atila, pemeriksaan ini penting untuk membantu peneliti menentukan lokasi-lokasi yang perlu diambil sampelnya lebih lanjut.
Dari penelitian ini, tim berhasil mengumpulkan sekitar 1.000 sampel tanah dari 150 lokasi berbeda di kawasan tersebut, yang diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai keberadaan bahtera.
Formasi Durupinar merupakan bentang alam alami di dekat Gunung Agri yang selama ini menjadi perhatian dalam penelitian mengenai kemungkinan lokasi Bahtera Nabi Nuh. Penelitian terbaru ini bertujuan untuk mengeksplorasi apakah material yang terkubur di bawah formasi tersebut bisa memberikan bukti fisik yang mendukung keberadaan struktur bersejarah ini.

