Jakarta – Pemerintah Indonesia semakin menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan masa depan para atlet setelah mereka pensiun dari dunia olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa saat ini sedang digarap sebuah program dana pensiun untuk atlet berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mengangkat nama Indonesia di pentas internasional.
Erick menyatakan bahwa program ini kini berada dalam tahap pengembangan dan didorong agar segera dapat diimplementasikan.
“Dana pensiun untuk atlet berprestasi saat ini sedang kami tingkatkan prosesnya,” jelas Erick Thohir di acara Ciputra Golfpreneur Award 2026 yang dilaksanakan di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa atlet tidak hanya menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi internasional. Lebih dari itu, mereka mencerminkan semangat, ketekunan, dan keberanian bangsa.
Prestasi yang diraih oleh para atlet dalam berbagai ajang dunia, menurutnya, menunjukkan eksistensi dan kemampuan Indonesia di kancah global. Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu memberikan penghargaan yang sesuai, termasuk menjamin kesejahteraan mereka setelah tidak lagi aktif di arena kompetisi.
Salah satu bentuk penghargaan yang tengah disiapkan adalah program dana pensiun atlet. Program ini diharapkan dapat memberikan jaminan finansial, sehingga para atlet dapat menjalani kehidupan yang layak setelah pensiun dari dunia olahraga.
Selain dana pensiun, pemerintah juga telah merancang berbagai bentuk dukungan tambahan bagi para atlet. Erick menyebutkan bahwa beasiswa pendidikan dan program pembinaan termasuk dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan atlet Indonesia.
Namun, ia menegaskan bahwa inisiatif ini tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, terutama sektor swasta, sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Erick memberikan apresiasi kepada Ciputra Golfpreneur Foundation yang dianggap konsisten dalam membina para atlet dan mendorong pertumbuhan olahraga golf di Indonesia.
“CGF menunjukkan komitmen dalam mengembangkan dunia golf dan memperhatikan atletnya, mulai dari pelatihan hingga memberikan akses pendidikan yang baik,” tutur Erick.
Ia bahkan mengakui bahwa kementeriannya masih perlu belajar dari CGF mengenai pengelolaan program beasiswa untuk atlet. Meskipun demikian, pemerintah sudah membuka peluang pendidikan melalui program beasiswa LPDP yang dapat diakses oleh para atlet dan pelatih.

