Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi baru saja meluncurkan sistem sensor cerdas di Mina yang terintegrasi dengan kartu Nusuk untuk mengatur pergerakan jemaah haji secara real-time, menurut laporan dari Saudi Press Agency.
Inovasi ini merupakan langkah pertama dalam mengintegrasikan teknologi modern yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan kerumunan, memudahkan mobilitas antar lokasi, serta memberikan analisis yang tepat bagi para pengambil keputusan sepanjang musim Haji 1447 Hijriah.
Kartu Nusuk, yang dapat diakses dalam bentuk digital maupun cetak, berfungsi sebagai alat utama untuk verifikasi identitas dan memberikan akses yang lebih lancar ke tempat-tempat suci, termasuk Masjidil Haram.
Dengan menghubungkan kartu Nusuk ke platform izin terpadu, kementerian dapat mempercepat respons dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada jemaah.
Di lapangan, sistem ini membantu petugas dalam mengidentifikasi data jemaah dengan akurat, yang pada gilirannya mengurangi risiko jemaah tersesat, serta memastikan akses yang teratur menuju tenda dan transportasi.
Sebagai bagian dari persiapan awal, kartu Nusuk telah didistribusikan di negara asal jemaah sebelum keberangkatan mereka.
Saat ini, membawa dan mengaktifkan kartu Nusuk menjadi syarat mutlak untuk memasuki Makkah, lokasi-lokasi suci, dan Masjid Nabawi, termasuk Al-Rawdah Al-Sharifah.
Pengembangan sistem digital ini merupakan hasil dari keberhasilan musim Haji sebelumnya, di mana lebih dari 1,6 juta kartu telah didistribusikan kepada jemaah dan 90.000 kepada petugas.

