Site icon Judal Jadul

Anggota DPR Hillary Brigitta Menyatakan Pernyataan Amien Rais Fitnah dan Tidak Demokratis

Pernyataan dari tokoh politik senior Amien Rais baru-baru ini kembali menarik perhatian publik. Ucapan tersebut diketahui menyentuh aspek pribadi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang memicu berbagai reaksi di kalangan masyarakat.

Beberapa hari lalu, Amien Rais memposting sebuah video berjudul “JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL” di kanal YouTube resminya. Video ini langsung menjadi sorotan publik dan menuai banyak komentar.

Namun, video tersebut kini tidak dapat diakses oleh pengguna di Indonesia. Pemerintah bahkan mengeluarkan permintaan untuk menghapus video tersebut karena dianggap mengandung unsur hoaks dan ujaran kebencian.

Menyusul pernyataan tersebut, seorang anggota DPR menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Amien Rais telah melampaui batas kritik yang konstruktif dan cenderung mengarah pada fitnah yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat.

Anggota DPR sekaligus praktisi hukum, Hillary Brigitta Lasut, menyatakan bahwa narasi yang dilontarkan Amien Rais telah melewati etika publik dan berbahaya karena menyeret institusi kepresidenan ke dalam isu-isu spekulatif yang tidak bertanggung jawab.

“Ini bukan sekadar kritik, tetapi sebuah serangan yang tidak memiliki dasar. Kita semua sepakat bahwa kritik itu penting dalam demokrasi, namun ketika tuduhan dilontarkan tanpa bukti yang jelas, itu menjadi fitnah,” tegas Hillary Brigitta Lasut.

Ia juga menyoroti sikap tokoh sebesar Amien Rais yang seharusnya lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum disampaikan kepada publik luas.

Hillary menekankan bahwa seorang figur publik memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi, bukan justru menjadi sumber spekulasi yang dapat meracuni ruang publik dengan asumsi yang tidak terverifikasi.

Sebagai seseorang yang pernah terlibat langsung dengan sistem kerja di Sekretariat Kabinet, Hillary memberikan kesaksian untuk membantah tuduhan negatif terhadap Letkol Teddy.

“Saya adalah saksi langsung bagaimana Sekretaris Kabinet merespons laporan masyarakat dengan cepat. Salah satu contohnya adalah kasus ketidakadilan yang menimpa seorang anak dari daerah perbatasan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Hillary mengajak semua aktor politik untuk senantiasa menjaga etika dan integritas dalam berkompetisi di ruang publik.

Ia menekankan bahwa persaingan politik seharusnya diwarnai dengan ide-ide dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan dengan serangan pribadi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Exit mobile version