berita

Serangan 20 Kali Lebih Besar Jika Iran Blokade Selat Hormuz, Ancaman Trump Terhadap Stabilitas

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan peringatan tegas kepada Iran mengenai kemungkinan penutupan Selat Hormuz.

Trump mengancam bahwa jika Iran memutuskan untuk memblokade pasokan minyak di selat strategis tersebut, AS akan melancarkan serangan yang kekuatannya mencapai dua puluh kali lipat dari apa yang telah dialami Iran sejauh ini.

“Jika Iran melakukan tindakan yang dapat menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan menghadapi serangan dari Amerika Serikat yang jauh lebih besar dan lebih kuat daripada yang pernah mereka hadapi,” ungkap Trump melalui platform Truth Social, pada tanggal 10 Maret 2026.

Selain itu, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menyasar target-target yang dianggap mudah dihancurkan, sehingga akan membuat Iran kesulitan untuk membangun kembali negaranya. Ia menyatakan bahwa “kematian, api, dan kemarahan” akan menjadi hal yang mendominasi kondisi di Iran.

Meskipun mengeluarkan ancaman tersebut, Trump juga menyampaikan harapannya agar situasi ini tidak sampai terjadi.

Menurutnya, situasi ini merupakan “hadiah” yang diberikan oleh Amerika kepada China dan negara-negara lain yang sangat bergantung pada kelancaran jalur pelayaran di Selat Hormuz.

“Saya berharap langkah ini akan mendapatkan banyak apresiasi,” tambahnya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk menutup Selat Hormuz atau menghalangi aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan PBS, Araghchi menyatakan bahwa penurunan atau penghentian produksi dan pengiriman minyak bukanlah disebabkan oleh Iran, melainkan “akibat serangan dan agresi yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika terhadap kami.”

Dengan pernyataan tersebut, Araghchi mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel adalah pihak yang bertanggung jawab atas ketidakamanan di kawasan, serta menjadi penyebab ketakutan yang dialami kapal tanker dan kapal lainnya untuk berlayar di Selat Hormuz.

“Kami tidak menutup selat. Kami tidak menghalangi pelayaran yang berlangsung di wilayah ini,” tegas Araghchi, menekankan posisi negaranya.

Related Articles

Back to top button
slot qris slot qris