Anindya Bakrie Paparkan 3 Strategi Efektif untuk Memperkuat Perdagangan Anggota BRICS

Jakarta – Anindya Novyan Bakrie, yang menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, mengemukakan tiga strategi kunci untuk memperkuat perdagangan dan sektor jasa antara negara-negara anggota BRICS.
Strategi yang diajukan meliputi peningkatan kemudahan mobilitas bagi perusahaan serta tenaga kerja profesional, penguatan konektivitas sistem pembayaran antarnegara, dan mendorong investasi dalam pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur perdagangan jasa.
Usulan ini disampaikan oleh Anindya dalam forum bisnis BRICS yang diadakan pada 11 September 2026 di New Delhi, India.
Pada poin pertama, Anindya menekankan pentingnya memfasilitasi mobilitas perusahaan dan tenaga profesional antar negara anggota BRICS.
Menurutnya, Dewan Bisnis BRICS perlu melakukan identifikasi terhadap hambatan yang dihadapi oleh dunia usaha dan memberikan rekomendasi solusi yang spesifik kepada masing-masing pemerintah negara anggota.
Pengakuan bersama terhadap kualifikasi profesi tertentu serta kemudahan dalam perjalanan bisnis, menurut Anindya, akan mempercepat proses transaksi dan investasi antar negara.
Dia juga mengusulkan peluncuran kartu perjalanan bisnis BRICS (BRICS Business Travel Card) yang dirancang untuk mendukung mobilitas para pelaku usaha di kawasan ini.
Poin kedua yang diangkat adalah perlunya penguatan dan konektivitas sistem pembayaran lintas negara, khususnya dalam konteks pembayaran digital.
Anindya menilai bahwa negara-negara seperti India, Brasil, dan China memiliki potensi yang signifikan dalam sistem pembayaran real-time. Tantangan yang ada adalah menciptakan sistem yang terhubung dan dapat digunakan secara efisien untuk transaksi internasional.
Dia juga menggarisbawahi pentingnya memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan, sambil tetap menjaga keamanan data dan stabilitas sistem keuangan yang ada.
“Kedaulatan finansial tidak harus identik dengan isolasi finansial,” tegas Anindya, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Bisnis BRICS Indonesia, dalam pernyataannya pada 12 September 2026.
Usulan tersebut sejalan dengan diskusi di forum bisnis BRICS mengenai perluasan konektivitas sistem pembayaran, peningkatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi, serta pengembangan mekanisme pembayaran lintas batas yang lebih cepat, murah, dan aman.
Di sisi lain, Anindya mendorong negara-negara BRICS untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur yang mendukung sektor perdagangan jasa.
Dia menekankan bahwa dunia usaha perlu fokus pada peningkatan kualitas pelatihan tenaga kerja, membangun kemitraan dengan institusi pendidikan, serta membantu perusahaan, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Anindya juga mengusulkan agar setiap cabang Dewan Bisnis BRICS memiliki target yang terukur terkait jumlah tenaga kerja yang dilatih setiap tahunnya, guna meningkatkan kompetensi dan daya saing di kawasan ini.




