UNIFIL Menghormati 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon dalam Upacara Terakhir

Jakarta – United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan terakhir untuk tiga prajurit TNI yang telah gugur dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Upacara memorial ini menjadi momen penting untuk mengenang pengorbanan mereka.
Upacara tersebut berlangsung pada hari Kamis (2/4) waktu setempat, bertempat di Hanggar Angkatan Udara Lebanon di Beirut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Mayor Jenderal Diodato Abagnara, selaku Force Commander dan Kepala Misi UNIFIL, sebagaimana yang tercantum dalam rilis resmi Pusat Penerangan TNI yang diterima di Jakarta.
Penghormatan ini diberikan kepada ketiga prajurit yang telah mengabdikan diri, yaitu Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Mereka telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjalankan tugas mulia ini.
Kehadiran dalam upacara memorial ini tidak hanya terbatas pada pihak UNIFIL, tetapi juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon beserta staf Kedutaan Besar Republik Indonesia, Atase Pertahanan (Athan) RI yang berdomisili di Kairo, serta perwakilan dari Markas Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Selain itu, tampak pula unsur militer Lebanon dan anggota kontingen internasional lainnya.
Prosesi upacara militer dilaksanakan dengan penuh khidmat. Dimulai dengan sambutan pembuka, dilanjutkan dengan penghantaran peti jenazah ke lokasi upacara, pembacaan riwayat singkat tentang ketiga prajurit, doa bersama, hingga penganugerahan medali kehormatan yang diberikan secara anumerta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Selanjutnya, rangkaian acara diisi dengan peletakan karangan bunga oleh pejabat UNIFIL, perwakilan Indonesia, dan pihak militer Lebanon. Prosesi ini juga mencakup penyampaian amanat dari pejabat yang hadir, penghormatan militer, serta momen mengheningkan cipta, sebelum jenazah dipulangkan kembali.
Sebagai penghormatan lebih lanjut, Force Commander UNIFIL secara simbolis menyematkan scarf PBB di atas peti jenazah dan menyampaikan rasa duka citanya secara langsung kepada seluruh anggota kontingen Indonesia yang hadir dalam acara tersebut.
Upacara ini melibatkan berbagai unsur pasukan gabungan, termasuk satuan setingkat peleton Infanteri dan Polisi Militer Lebanon, unsur korsik, serta pasukan Kontingen Garuda (Konga) dari Indonesia. Kontribusi ini mencerminkan solidaritas dalam misi perdamaian internasional.
Dalam pernyataan resminya, UNIFIL memberikan penghargaan yang tinggi atas dedikasi ketiga prajurit yang telah gugur saat menjalankan tugas di Lebanon Selatan pada tanggal 29 dan 30 Maret 2026. Penghormatan ini menunjukkan betapa berharganya pengorbanan mereka bagi keamanan dan perdamaian.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, bersama dengan Dewan Keamanan PBB, menegaskan pentingnya perlindungan bagi semua personel penjaga perdamaian di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan komitmen PBB untuk menjaga keselamatan mereka yang bertugas dalam misi berisiko tinggi ini.
UNIFIL juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga, rekan-rekan, serta seluruh prajurit yang terkena dampak dari kehilangan ini. Penghormatan kepada para prajurit yang gugur adalah pengingat akan risiko yang dihadapi oleh mereka yang berdedikasi untuk menjaga perdamaian dunia.
Sebelumnya, ketiga personel TNI dalam misi UNIFIL telah dikabarkan gugur saat menjalankan tugas mereka di Lebanon pada Maret 2026. Kejadian ini menjadi sorotan yang mendalam bagi semua yang terlibat dalam misi perdamaian, mengingat pengorbanan yang harus dibayar demi mencapai stabilitas di wilayah tersebut.




