Cuaca ekstrem yang melanda pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 telah mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah di Indonesia. Di Jakarta Timur, sebanyak 46 RT tercatat terendam air dengan ketinggian mencapai lebih dari satu meter pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi serta meluapnya Kali Cipinang dari hulu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga Minggu, 22 Maret 2026, terdapat 696 jiwa yang mengungsi dari 201 kepala keluarga akibat bencana ini.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa fenomena hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem dan banjir juga telah melanda beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Maluku pada tanggal 21-22 Maret 2026.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa beberapa kejadian bencana hidrometeorologi telah berdampak pada masyarakat di berbagai wilayah.
Di Provinsi Jawa Barat, cuaca ekstrem dengan hujan lebat dan angin kencang telah melanda lima desa di empat kecamatan di Kabupaten Cianjur pada Jumat, 20 Maret 2026. Hal ini menyebabkan sekitar 18 kepala keluarga terdampak dan 18 rumah mengalami kerusakan.
Penanganan darurat telah difokuskan pada mengatasi pohon tumbang dan perbaikan atap rumah warga yang terkena dampak.
Di Kota Depok, banjir juga terjadi di Kelurahan Mekarsari dan Tugu pada 21 Maret 2026, yang mengakibatkan sekitar 685 kepala keluarga terdampak, dengan 17 orang dari enam kepala keluarga harus mengungsi.
Sementara itu, kajian awal menunjukkan bahwa sekitar 691 unit rumah terkena dampak, namun saat ini kondisi banjir sudah mulai surut.
Di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Mojokerto, banjir yang terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, telah menyebabkan sekitar 275 jiwa mengungsi, dengan 146 rumah terdampak dan satu tanggul jebol. Selain itu, lebih dari 20 hektare lahan pertanian dan tiga akses jalan juga terkena dampak.
Beberapa desa yang terdampak adalah Desa Kertosari di Kecamatan Kutorejo dan Desa Jumenang di Kecamatan Mojoanyar.
Saat ini, genangan air di kawasan tersebut mulai surut, dan cuaca terlihat berawan.
Di Provinsi Maluku, banjir terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang berdampak pada sekitar 177 kepala keluarga dan rumah warga. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Buano Utara di Kecamatan Huamual Belakang dan Desa Piru di Kecamatan Seram Barat.

