Jakarta – Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi terkait insiden kericuhan yang terjadi selama penertiban operasi cabut pentil (OCP) di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Insiden ini diketahui menyebabkan seorang petugas Satpol PP mengalami luka.
Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, AKP Andre Simamora, menjelaskan kepada wartawan bahwa hingga saat ini, pihaknya telah memeriksa sekitar lima saksi. “Kami masih dalam proses mengumpulkan informasi dari para saksi yang ada,” ujarnya pada Senin, 12 Oktober 2026.
Saat ini, tim kepolisian tengah berupaya untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam kericuhan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.
“Identifikasi pelaku masih sulit dilakukan karena situasi saat itu sangat ramai. Kami belum dapat memastikan siapa saja yang terlibat,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam aksi penertiban parkir liar di Kolam Renang Bulungan, petugas Satpol PP Kebayoran Baru mengalami insiden yang cukup serius. Salah seorang petugas mengalami luka parah akibat dipukul dengan helm proyek.
Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Diki Zulkanain, menjelaskan bahwa petugas tersebut mengalami enam jahitan di kepalanya setelah berusaha menyelamatkan rekan kerjanya yang terjatuh. “Insiden ini sangat disesalkan dan kami akan memastikan keselamatan petugas kami ke depan,” ungkap Diki saat dihubungi di Jakarta pada hari yang sama.
Diki menambahkan bahwa petugas yang terluka telah menjalani pemeriksaan CT scan untuk memastikan tidak ada cedera serius lainnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi medisnya baik dan tidak ada masalah yang ditemukan.
Menyikapi kondisi ini, pihak Satpol PP Jakarta Selatan memutuskan untuk memberikan waktu istirahat bagi petugas yang terkena musibah sebagai langkah pemulihan sebelum mereka kembali bertugas.
Dari insiden yang terjadi, diduga terdapat dua orang pelaku yang terlibat dalam pemukulan terhadap petugas. Salah satu dari mereka diketahui menggunakan helm proyek sebagai alat untuk menyerang petugas di lampu merah CSW.

