Site icon Judal Jadul

400 Siswa Unggulan Berhasil Lulus Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara

SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) telah mengumumkan hasil dari Nusantara Standard Test (NST) Tahap II sebagai bagian dari Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Dari proses seleksi ini, sebanyak 400 siswa unggulan di seluruh Indonesia telah berhasil lulus dan berhak melanjutkan ke tahap Seleksi Terpusat yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April 2026.

Dari keseluruhan 3.000 peserta yang telah lolos NST Tahap I, sebanyak 2.644 siswa mengikuti NST Tahap II, yang mencerminkan tingkat partisipasi yang sangat tinggi, yaitu 88,13%, dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

NST Tahap II dirancang untuk menguji kemampuan dalam Matematika, IPA (dalam Bahasa Inggris), dan Bahasa Inggris. Penilaian skor dilakukan dengan pendekatan Item Response Theory (IRT), yang mempertimbangkan tingkat kesulitan soal dengan menganalisis pola jawaban dari seluruh peserta.

Metode ini menjamin bahwa pengukuran kemampuan berlangsung secara objektif, adaptif, dan akurat, sehingga mampu memberikan hasil yang dapat dipercaya mengenai kemampuan akademik siswa.

Proses penetapan kelulusan didasarkan pada merit ranking nasional dari NST Tahap II. Data menunjukkan bahwa seleksi berlangsung sangat ketat, dengan skor peserta yang berhasil masuk ke dalam Top 400 berada dalam rentang 630 hingga 770, sedangkan rata-rata nasional adalah 580. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang berhasil lulus jauh melampaui rata-rata nasional.

Dari total 2.644 peserta yang mengikuti NST Tahap II, hanya sekitar 15,1% yang termasuk dalam kategori 5-7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB). Kelompok ini adalah yang ditetapkan sebagai 400 siswa terbaik di tingkat nasional.

Ketua Tim SPMB Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Dewi Amri, menjelaskan bahwa proses seleksi di SMA KTB tidak hanya berfokus pada aspek akademik. Sistem seleksi ini telah dirancang agar transparan, berbasis data, dan menerapkan prinsip meritokrasi.

“Keempat ratus peserta yang berhasil lulus ini merupakan representasi dari potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik yang tinggi dan evaluasi yang objektif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa penetapan berdasarkan NST Tahap II menjamin keadilan dalam seleksi dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Para peserta yang berhasil masuk dalam kelompok 400 terbaik berasal dari SMP di 28 provinsi yang berbeda. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak termasuk Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan. Dari kelompok 400 siswa ini, terdapat 251 laki-laki (62,75%) dan 149 perempuan (37,25%).

Berdasarkan asal sekolah, peserta yang lulus terdiri dari 44% berasal dari sekolah negeri, 42,5% dari sekolah swasta dengan kurikulum nasional, dan 13,5% dari sekolah swasta dengan kurikulum internasional. Data ini menunjukkan bahwa pencapaian yang tinggi tidak hanya bergantung pada latar belakang sekolah internasional, tetapi juga pada kesiapan akademik dan daya saing setiap individu.

Exit mobile version