Melambangkan Cinta dan Kesetiaan, Telusuri Jejak Sejarah Roti Buaya Khas Betawi

Admin
4 Min Read
Roti Buaya
Sumber Gambar: Arsip Judal Jadul

Roti Buaya adalah salah satu ikon budaya Betawi yang penuh dengan simbolisme dan makna mendalam. Nama dan bentuknya yang unik membuatnya menjadi salah satu sajian paling menarik dalam tradisi pernikahan Betawi. 

Melansir dari laman Warisan Budaya Kemdikbud, roti buaya memiliki makna sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup semati, mengarungi bahtera rumah tangga hingga akhir hayat. Namun, tahukah kamu bagaimana sejarah dan asal-usul roti buaya? Mari kita telusuri lebih jauh.

Asal-Usul Roti Buaya

Roti Buaya pertama kali muncul dalam tradisi Betawi sebagai bagian integral dari upacara pernikahan. Bentuk buaya dipilih bukan tanpa alasan, buaya dianggap sebagai hewan yang setia karena buaya hanya memiliki satu pasangan seumur hidup. Simbolisme ini diterapkan dalam pernikahan sebagai harapan agar pasangan yang menikah dapat setia dan langgeng dalam pernikahannya.

Roti buaya biasanya dibawa oleh pihak pengantin pria sebagai bagian dari seserahan. Roti ini biasanya berpasangan, satu besar dan satu kecil, melambangkan pengantin pria dan wanita. Selain itu, teksturnya yang keras dan kering juga melambangkan bahwa kehidupan rumah tangga harus kokoh dan tahan terhadap segala cobaan.

Perkembangan Roti Buaya

Seiring berjalannya waktu, bentuk dan bahan roti buaya mengalami perkembangan. Jika dahulu roti buaya dibuat sederhana dengan bahan-bahan tradisional, kini roti buaya hadir dalam berbagai variasi rasa dan bentuk yang lebih modern. Beberapa produsen bahkan mulai menambahkan isi seperti coklat, keju, atau selai untuk menambah kelezatan roti buaya.

Meskipun tradisi ini sudah berusia ratusan tahun, roti buaya tetap eksis dan bahkan menjadi lebih populer di era modern. Kehadiran roti buaya tidak lagi terbatas pada acara pernikahan saja, tetapi juga mulai muncul di berbagai acara budaya Betawi, pameran, dan acara lainnya. Bahkan, banyak toko roti di Jakarta yang menjual roti buaya sebagai oleh-oleh khas.

Judal Jadul di Jakarta Fair

Dalam rangka melestarikan budaya Betawi dan mengenalkan sejarah roti buaya kepada masyarakat luas, Judal Jadul sudah berpartisipasi di Pekan Raya Jakarta (PRJ) tahun ini. Kami menghadirkan roti buaya dengan berbagai variasi rasa yang tentunya tetap mempertahankan keaslian dan keunikan bentuknya. Booth Judal Jadul tidak hanya akan menampilkan roti buaya, tetapi juga berbagai makanan dan minuman, mainan, perkakas, dan kosmetik jadul yang akan membawa kamu kembali ke masa kecil.

Kami mengajak seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk mengunjungi booth Judal Jadul di PRJ. Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya Betawi dengan menikmati roti buaya dan produk-produk jadul lainnya. Selain itu, kami juga akan mengadakan sesi edukasi mengenai sejarah roti buaya dan pentingnya menjaga tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman.

Roti buaya adalah sebuah simbol budaya Indonesia yang kaya akan makna. Dari generasi ke generasi, roti buaya terus menjadi bagian penting dalam tradisi pernikahan Betawi, melambangkan kesetiaan dan ketahanan dalam kehidupan rumah tangga. Dengan partisipasi Judal Jadul di Jakarta Fair 2024, kami berharap dapat turut serta dalam melestarikan dan mengenalkan budaya Betawi kepada generasi muda.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi booth Judal Jadul di Jakarta Fair 2024, tepatnya di Hall C2. Nikmati kelezatan roti buaya dan produk-produk jadul lainnya sambil bernostalgia manis. 

Share this Article
6 Comments
adbanner