Jejak Sejarah Pekan Raya Jakarta (PRJ)

Admin
3 Min Read
Pekan Raya Jakarta
Sumber Gambar: Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara

Pekan Raya Jakarta, atau yang kini lebih dikenal dengan Jakarta Fair, merupakan perayaan tahunan terbesar di Indonesia. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1968, PRJ telah menjadi simbol kemeriahan, pertumbuhan ekonomi, dan kebanggaan budaya bagi warga Jakarta. Dalam artikel ini, kita akan mengulas sejarah panjang dan transformasi PRJ, serta dampak terhadap Kota Jakarta dan masyarakatnya. 

Awal Mula Pekan Raya Jakarta

Dilansir dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara, PRJ dulu dikenal dengan Djakarta Fair. Akar sejarahnya tertanam jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Diawali dengan perayaan Pasar Malam Gambir pada tahun 1896.

Pasar Malam Gambir, yang diadakan untuk ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina, menjadi cikal bakal PRJ. Tradisi tahunan ini berlangsung hingga 1942, dan kemudian bangkit kembali di era kemerdekaan dengan nama Pekan Raya Jakarta di tahun 1950. 

Pada tahun 1966, Gubernur Ali Sadikin menggagas ide untuk menyatukan berbagai pasar malam di Jakarta dan menciptakan satu perhelatan akbar. Gagasan ini terwujud pada tanggal 5 Juni 1968 dengan lahirnya Djakarta Fair di Lapangan Monas.

Djakarta Fair menjadi sensasi kala itu, menarik perhatian 1.4 juta pengunjung. Kesuksesannya mendorong memindahkan lokasi ke JIExpo Kemayoran yang lebih luas pada tahun 1979. Sejak saat itu, PRJ menjelma menjadi ikon budaya dan hiburan yang tak lekang oleh waktu.

Melangkah Maju: PRJ di Era Modern

Seiring perkembangan zaman, PRJ terus beradaptasi dan berinovasi. Tema-tema pameran yang semakin beragam, menghadirkan produk-produk terkini dan teknologi modern. Hiburan Pun semakin meriah dengan kehadiran konser musik. Pertunjukan seni, dan berbagai kegiatan seru.

Meskipun telah melalui perjalanan panjang. PRJ tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai ajang pameran dan hiburan rakyat. Semangat nostalgia dan kemeriahan PRJ menjadikan salah satu ikon budaya populer. 

Pekan Raya Jakarta bukan hanya tentang produk dan hiburan, ia adalah warisan budaya bangsa yang patut dilestarikan. PRJ menjadi wadah untuk mempromosikan budaya lokal, memperkenalkan produk-produk unggulan negeri dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. PRJ menjadi platform pelaku usaha kreatif dan inovatif untuk unjuk gigi dan mendorong kemajuan ekonomi bangsa.

Judal Jadul di Pekan Raya Jakarta 2024

Tahun ini, Judal Jadul sangat antusias untuk berpartisipasi kembali dalam Jakarta Fair. Dengan kehadiran kami, pengunjung akan dibawa bernostalgia ke masa kecil melalui produk unggulan kami. Stand Judal Jadul akan menjadi tempat sempurna bagi kamu yang ingin menghadiri Jakarta Fair 2024.

Acara ini merupakan momen yang tepat untuk merayakan kemajuan dan keberagaman budaya kita. Judal Jadul membawa serta koleksi produk jadul yang penuh cerita dan kenangan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi stand kami. Bernostalgia dan merasakan kembali kehangatan masa lalu. Kami tunggu kehadiran Sobat Jadul di Jakarta Fair Kemayoran tepatnya di Hall C2!

Share this Article
Leave a comment
adbanner