Resep Rahasia Kerupuk Kemplang: Dari Dapur Tradisional ke Seluruh Nusantara

Admin
4 Min Read
Kerupuk Kemplang
Sumber Gambar: Arsip Judal Jadul

Kerupuk Kemplang adalah salah satu oleh-oleh khas Palembang, Sumatera Selatan. Teksturnya yang renyah dan cita rasa yang gurih membuat kemplang menjadi cemilan favorit yang tak lekang oleh waktu.

Kerupuk kemplang sendiri telah lama menjadi ikon kuliner Palembang yang digemari oleh banyak orang. Lebih dari sekedar kerupuk, kemplang menyimpan sejarah dan tradisi yang mencerminkan kekayaan budaya Palembang. Mari kita selami lebih dalam asal mula dan proses dibalik pembuatannya.

Sejarah Kerupuk Kemplang Palembang

Kerupuk kemplang sudah ada sejak lama, nama “Kemplang” sendiri berasal dari bahasa Palembang Kuno yang memiliki filosofi dari cara pembuatanya yang unik, yaitu  “Memukul”. Hal ini merujuk pada proses pembuatan kemplang yang melibatkan penumbukan adonan tepung sagu dan ikan. 

Dahulu, kerupuk kemplang dibuat oleh para ibu rumah tangga di Palembang sebagai salah satu cara untuk mengawetkan hasil tangkapan ikan. Ikan yang menjadi bahan dasar kerupuk kemplang adalah ikan tenggiri, yang kemudian diolah dengan tepung tapioka dan bumbu-bumbu khas. Masyarakat Palembang yang tinggal di sepanjang sungai Musi seringkali memanfaatkan hasil tangkapan ikan mereka untuk dibuat kerupuk kemplang, sehingga tidak hanya menjadi makanan ringan, tetapi juga bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun temurun.

Proses Pembuatan Kerupuk Kemplang

Dikutip dari kumparan.com proses pembuatan kemplang melalui beberapa tahapan yang membutuhkan ketelatenan. Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Persiapan Bahan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Bahan utama kerupuk kemplang adalah ikan tenggiri ataupun ikan belida. Selain itu, dibutuhkan tepung tapioka, bawang putih, garam, dan gula.

  1. Pengolahan Adonan

Selanjutnya masuk pada tahapan pengolahan adonan. Ikan yang sudah dibersihkan dan dagingnya sudah dihaluskan, dicampur dengan tepung tapioka, bawang putih yang sudah dihaluskan, garam, dan gula. kemudian diuleni hingga rata dan kalis. 

  1. Pembentukan Adonan

Adonan yang sudah kalis dibentuk menjadi bulatan kecil, kemudian di ditepuk-tepuk hingga pipih. Proses menepuk adonan ini dikenal dengan istilah “mengemplang”. 

  1. Pengeringan

Setelah dibentuk, adonan akan masuk pada tahap pengeringan dengan cara dijemur dibawa sinar matahari hingga benar-benar kering. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari tergantung pada cuaca.

  1. Penggorengan atau Pemanggangan

Setelah kering, kerupuk bisa digoreng dengan minyak panas ataupun dipanggang di atas bara api. Metode pemanggangan lebih tradisional dan menghasilkan aroma yang khas.

Warisan Budaya yang Terus Hidup

Meski kerupuk kemplang adalah makanan tradisional, namun di era modern ini, banyak inovasi yang dilakukan oleh para produsen untuk menarik minat konsumen. Mulai dari varian rasa seperti kemplang udang hingga kemplang cumi. Selain itu, pemasaran kerupuk kemplang kini juga telah merambah ke ranah online, sehingga mudah diakses oleh masyarakat luas, tidak hanya di Palembang, tetapi juga di seluruh Indonesia dan bahkan mancanegara.

Kerupuk kemplang Palembang bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang kaya. Dari sejarah panjangnya, cara pembuatannya yang khas, hingga keunikannya dalam cita rasa, kerupuk kemplang telah berhasil memikat hati banyak orang. Bagi kamu yang belum pernah mencoba, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan yang satu ini, dan rasakan sendiri kenikmatan serta tradisi yang terkandung di dalamnya.

Share this Article
Leave a comment
adbanner