Gaya hidup yang mendukung lingkungan semakin mengakar dalam rutinitas masyarakat perkotaan. Jika sebelumnya kendaraan listrik hanya dianggap sebagai sesuatu yang futuristik, kini keberadaannya semakin umum dan praktis. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan waktu mengisi daya kendaraan yang dapat dilakukan bersamaan dengan aktivitas harian.
Di Summarecon Mall Bekasi, pengalaman berbelanja dan bersantai telah berubah. Mall ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat parkir dan pengisian daya, tetapi juga menyediakan ruang tunggu yang nyaman dan bisa menjadi lokasi hangout yang menarik. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai pengalaman ini!
Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan stasiun pengisian daya yang efisien pun meningkat. Menariknya, pengisian daya kini dapat dilakukan tanpa merasa tertekan oleh waktu menunggu yang membosankan.
Di area parkir The Downtown Walk, pengunjung dapat mengisi daya kendaraan listrik sambil menikmati berbagai aktivitas, mulai dari menikmati secangkir kopi, mencicipi makanan, hingga sekadar bersantai di dalam mall.
Proses pengisian daya kendaraan listrik pun terbilang cepat. Dalam kondisi tertentu, baterai bisa terisi dari 20 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 20 menit—waktu yang cukup untuk menikmati satu sesi makan atau sekadar beristirahat dengan secangkir kopi.
Mall kini telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar pusat perbelanjaan; mereka juga berfungsi sebagai ruang kehidupan yang dinamis.
Perubahan ini mencerminkan evolusi fungsi mal yang semakin adaptif. Saat ini, mal tidak hanya menjadi tujuan untuk berbelanja, tetapi juga bagian integral dari gaya hidup modern yang mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Ugi Cahyono, Center Director Summarecon Mall Bekasi, menilai bahwa perubahan ini adalah respons terhadap kebutuhan pengunjung yang semakin nyata.
“Dengan pengunjung yang semakin terbiasa dengan gaya hidup berkelanjutan, keberadaan fasilitas ini diharapkan bisa menawarkan kenyamanan, di mana orang bisa melakukan berbagai aktivitas sekaligus mengisi daya kendaraan tanpa harus berpindah tempat,” ungkap Ugi Cahyono dalam keterangannya pada Sabtu, 4 April 2026.
Peralihan menuju kendaraan listrik lebih dari sekadar fenomena; ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup di kota-kota. Suara mesin yang lebih senyap, emisi yang lebih rendah, dan pengalaman berkendara yang lebih halus mulai dirasakan oleh para pengguna.
Dari sisi lain, dukungan infrastruktur seperti ini turut mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri dalam beralih ke kendaraan listrik.

